POLA PEREKONOMIAN SISTEM SOSIALIS NEGARA VIETNAM
Disusun oleh :
ISNAWATI SETYO PUTRI
(20181553017)
Dosen
Pengampu :
Arin
Setiyowati, S.H.I, M.A
PERBANKAN
SYARIAH
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SURABAYA
2020
SISTEM SOSIALIS
Sosialis pada hakikatnya berpangkal baik dari kepercayaan
diri manusia yang melahirkan kepercayaan pula bahwa segala penderitaan dan
kemelaratan yang dihadapi dapat diusahakan menlenyapkannya. System ekonomi
sosialis merupakan bentuk resistensi dari system ekonomi kapitalis yang
dituding sebagai penyebab tidak tercapainya kesejahteraan yang merata. Dalam
system ekonomi sosialis, pemerintah mempunyai andil besar dalam mengatur roda
perekonomian disebuah Negara.
PRINSIP DASAR SOSIALIS
1. Semua bentuk Marxisme
dapat dikategorikan sosialisme, tetapi tidak sebaliknya.
2. Meskipun tidak mudah
merumuskan dengan sama sosialisme, paling tidak ada dua hal yang mempersatukan
segala macam aliran revolusioner, egalitarian, anarkis, uropis, dan sebagainya
yang dinamakan dirinya sosialis.
3. Keyakinan etis bahwa
perekonomian harus diarahkan pada kesejahteraan.
4. Segenap orang, bukan
untuk segelintir orang
5. Penghapusan hak
milik pribadi.
6. Sosialisme adalah
cita-cita tentang masyarakat yang solider dan tuntutan.
CIRI-CIRI SISTEM
EKONOMI SOSIALIS
1. Lebih Mengutamakan
Kebersamaan
Masyarakat dianggap sebagai salah satu kenyataan sosial
sebagai individu-individu fiksi belaka. Dan tidak adanya pengakuan atas hak-hak
pribadi dalam system sosialis.
2. Peran Pemerintah
Sangat Kuat
Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan,
pelaksanaan hingga tahap pengawasan. Alat-alat produksi dan kebijaksanaan
ekonomi semuanya diatur oleh Negara. Kegiatan ekonomi drencanakan dan diatur
oleh pemerintahan dan seluruh sumber daya dikuasai oleh Negara.
3. Sifat Manusia
Ditentukan Oleh Pola Produksi
Pola produksi (asset yang dikuasai masyarakat) melahirkan
kesadaran masyarakat sosialis dan pola produksi (asset yang dikuasai individu)
melahirkan kesadaran individualisme para masyarakat kapilatis.
KELEBIHAN SISTEM
EKONOMI SOSIALIS
1. Sangat mudah dalam
pengelolaan, pengendalian dan pengawasan.
2. Pelaksanaan dalam
pembangunan lebih cepat.
3. Pemerintah bebas
untuk menentukan produksi sesuai kebutuhan masyarakat.
4. Pemerintah
sepenuhnya bertanggung jawab terhadap perekonomian.
5. Pemerinttah yang
mengatur distribusi.
KELEMAHAN SISTEM
EKONOMI SOSIALIS
1. Tidak ada kebebasan
memiliki sumber daya yang berkompeten.
2. Tidak mempunyai
kebebasan dalam berusaha.
3. Jalur birokrasi yang
terlalu panjang.
4. Dapat mematikan
kreativitas dan inovasi setiap individu.
5. Hak yang dimiliki
individu tidak diakui.
6. Potensi dan
kreativitas masyarakat tidak dapat berkembang.
POLA PEREKONOMIAN
NEGARA VIETNAM
Vietnam merupakan salah satu Negara
yang menganut system ekonomi yang sama dengan kuba yaitu system ekonomi
sosialis. Perekonomian Vietnam adalah ekonomis sosialis yang berorientasiikan
pasar, bahwa hukum menjamin kepemilikan individual, investasi oraganisasi,
produksi dan bisnis serta tidak akan dijadikan subjek nasionalisasi di Vietnam.
Sebelum Vietnam menggunakan system ekonomi sosialis, Vietnam pernah menggunakan
system ekonomi sentalistik, namun pada tahun 1986 Partai Komunis Vietnam
mengadopsi kebijakan pembaharuan yang biasa disebut dengan Vietnam Doi Moi.
Kosep dasar Doi Moi adalah untuk membawa pembangunan sosialis dengan realitas
objektif dalam masa transisi menuju sosialisme di Vietnam dengan
mempertimbangkan situasi saat ini.
Dalam pembaharuan ini, kebijakan ekonomi terdiri dari
kompenen utama.
1. Penerapan ekonomi pasar berorientasi sosialis
dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi ekonomi sebagai sarana untuk
mengembangkan ekonomi dan memperbaiki kondisi hidup penduduk.
2. Bentuk kepemilikan
dan mode produksi dengan sector Negara memainkan peran utama sehingga untuk
melepaskan semua kekuatan produksi dan tekan semua potensi sumber daya yang
tersedia untuk pembangunan.
3. Promosi
kerjasamaekonomi internasional dan integrasi atas dasar saling menguntungkan
dan prioritas dalam mobilisasi potensi diri dari sumber daya domestic.
Dalam
hal ini ekonomi multi-sektor, sector ekonomi negara memainkan peran positif dan
menentukan, memonopoli sector tertentu penting untuk keamanan nasional dan
mempertahankan peranan yang dominan dalam bisang sosial dan ekonomi utama
seperti, sumber daya alam, kereta api, listrik, air, perbankan, BUMN dan
lainnya. Kebijakan ini yang telah membawa perubahan positif dan radikal ke
Negara selama dua decade terakhir.
PDB
Vietnam telah meningkat pada tingkat yang cukup tinggi dengan rata-rata sekitar
7-8% per tahun. Pada tahun 2006, PDB meningkat sebesar 8,2%. Hasil produksi
makanan telah meningkat dari 17,5 juta ton pada tahun 1987 menjadi 35 juta ton
dan 39,7 juta ton pada tahun 2000. Vietnam adalah 2 terbesar eksportir beras di
dunia dan salah satu dari eksportir berbasis produk agro terbesar dunia.
Pada
tahun 2005, sebagai proporsi GDP sector Negara memberikan kontribusi 38,42%,
6,83% kolektif, produksi rumah tangga 29,95%, swasta nasional 8,91% dan sector
swasta milik asing 15,89%. Sector Negara terus memainkan peran utama dalam
perekonomian nasional. Populasi sekitar 84 juta jiwa, Vietnam adalah Negara
terpadat nomor 13 di dunia.GDP Vietnam tumbuh sebesar 8,17% pada tahun 2006,
Negara dengan pertumbuhan tercepat kedua di Asia Timur dan pertama di Asia
Tenggara. Pada akhir tahun 2007, menteri keuangan menyatakan pertumbuhan GDP
Vietnam diperkirakan mencapai rekor tertinggi dalam 10 tahun terakhir sebesar
8,44%.
Kemajuan
Vietnam didukung oleh CPV yang memandu jalannya pembangunan ekonomi. Dalam CPV
pasar itu sendiri tidak akan memecahkan masalah sosial. Mereka benar-benar
tidak percaya dengan apa yang disebut pasar bebas, yang sebenarnya seperti
sebuah hutan rimba ekonomi yang memungkinkan modal swasta besar untuk
mengontrol dan mendominasi perekonomian dengan mengorbankan kepentingan rakyat
banyak.
Tetapi
ekonomi pasar yang ditempuh oleh Vietnam bukan tanpa resiko. Ekonomi pasar
melahirkan distribusi kekayaan yang tidak merata. Sekarang ini ketimpangan
menjadi persoalan sosial di Virtnam. Terutama di daerah pedesaan, jutaan petani
diusir dari tanah mereka karena ekspansi investasi. Ditahun 1990-an hamper
semua rumah tangga di pedesaan 91,8% punya tanah. Tahun2010, hamper seperempat
dari mereka 22,5% menjadi petani gurem dan tak bertanah. Di tahun 1990 Vietnam
mengadopsi system upah layak dimana semua konponen hidup layak pekerja dihitung
untuk penentu upah.
IDEALKAH SISTEM
PEREKONOMIAN SOSIALIS NEGATA VIETNAM
Menurut
saya, dalam system perekonomian sosialis suatu Negara pasti memiliki kelebihan
dan kekurangan. Vietnam adalah salah
satu Negara yang menerapkan system perekonomian sosialis dalam negaranya.
Penerapan system perekonomian sosialis di Vietnam cukup baik karena membawa
kemajuan atau peningkatan perekonomian dalam tahun ke tahun, meskipun tidak
terlihat signifikan. Pasti akan ada penurunan perekonomian tapi hal ini tidak
membuat Vietnam mengalami keterpurukan perekonomian yang sangat tajam. Hanya
ada terjadinya ketimpangan sosial antara daerah pedesaan dengan daerah
perkotaan.
System perekonomian sosialis juga membawa sisi buruk atau
kekurangannya yaitu setiap masing-masing individu tidak memiliki kebebasan
dalam mengembangkan usahanya, karena segalanya akan diatur oleh pemerintahan.
Dengan adanya hal itu dapat mematikan rasa kreatif dan inovatif masing-masing
individu. Penerapan system sosialis ini akan hak yang dimiliki individu tidak
diakui. Negara Vietnam sampai saat ini termasuk berjuang dalam menerapkan
system perekonomian siosialis dalam Negara. Agar tidak ada masalah tentang ketimbangan
sosial yang sekarang menjadi persoalan di Negara Vietnam dalam penerapan system
perekonomian sosialnya.
Penerapan system perekonomian sosialis di Vietnam membawa
peningkatan atau kemajuan dalam beberapa sector di Asia Timur dan Asia Tenggara.
DAFTAR PUSTAKA
Budiman, A. Ideologi
Sosialisme dan Penerapannya di Vietnam dan Yugoslavia.
Itang, Daenuri A. Sistem
Ekonomi Kapitalis, Sosialis dan Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar