Minggu, 29 Maret 2020

SISTEM PEREKONOMIAN SOSIALIS NEGARA VIETNAM


POLA PEREKONOMIAN SISTEM SOSIALIS NEGARA VIETNAM

Disusun oleh :
ISNAWATI SETYO PUTRI
(20181553017)

Dosen Pengampu :
Arin Setiyowati, S.H.I, M.A


PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
2020





SISTEM SOSIALIS
            Sosialis pada hakikatnya berpangkal baik dari kepercayaan diri manusia yang melahirkan kepercayaan pula bahwa segala penderitaan dan kemelaratan yang dihadapi dapat diusahakan menlenyapkannya. System ekonomi sosialis merupakan bentuk resistensi dari system ekonomi kapitalis yang dituding sebagai penyebab tidak tercapainya kesejahteraan yang merata. Dalam system ekonomi sosialis, pemerintah mempunyai andil besar dalam mengatur roda perekonomian disebuah Negara.

PRINSIP DASAR SOSIALIS
1. Semua bentuk Marxisme dapat dikategorikan sosialisme, tetapi tidak sebaliknya.
2. Meskipun tidak mudah merumuskan dengan sama sosialisme, paling tidak ada dua hal yang mempersatukan segala macam aliran revolusioner, egalitarian, anarkis, uropis, dan sebagainya yang dinamakan dirinya sosialis.
3. Keyakinan etis bahwa perekonomian harus diarahkan pada kesejahteraan.
4. Segenap orang, bukan untuk segelintir orang
5. Penghapusan hak milik pribadi.
6. Sosialisme adalah cita-cita tentang masyarakat yang solider dan tuntutan.

CIRI-CIRI SISTEM EKONOMI SOSIALIS
1. Lebih Mengutamakan Kebersamaan
            Masyarakat dianggap sebagai salah satu kenyataan sosial sebagai individu-individu fiksi belaka. Dan tidak adanya pengakuan atas hak-hak pribadi dalam system sosialis.
2. Peran Pemerintah Sangat Kuat
            Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan. Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh Negara. Kegiatan ekonomi drencanakan dan diatur oleh pemerintahan dan seluruh sumber daya dikuasai oleh Negara.
3. Sifat Manusia Ditentukan Oleh Pola Produksi
            Pola produksi (asset yang dikuasai masyarakat) melahirkan kesadaran masyarakat sosialis dan pola produksi (asset yang dikuasai individu) melahirkan kesadaran individualisme para masyarakat kapilatis.

KELEBIHAN SISTEM EKONOMI SOSIALIS
1. Sangat mudah dalam pengelolaan, pengendalian dan pengawasan.
2. Pelaksanaan dalam pembangunan lebih cepat.
3. Pemerintah bebas untuk menentukan produksi sesuai kebutuhan masyarakat.
4. Pemerintah sepenuhnya bertanggung jawab terhadap perekonomian.
5. Pemerinttah yang mengatur distribusi.

KELEMAHAN SISTEM EKONOMI SOSIALIS
1. Tidak ada kebebasan memiliki sumber daya yang berkompeten.
2. Tidak mempunyai kebebasan dalam berusaha.
3. Jalur birokrasi yang terlalu panjang.
4. Dapat mematikan kreativitas dan inovasi setiap individu.
5. Hak yang dimiliki individu tidak diakui.
6. Potensi dan kreativitas masyarakat tidak dapat berkembang.

POLA PEREKONOMIAN NEGARA VIETNAM
            Vietnam merupakan salah satu Negara yang menganut system ekonomi yang sama dengan kuba yaitu system ekonomi sosialis. Perekonomian Vietnam adalah ekonomis sosialis yang berorientasiikan pasar, bahwa hukum menjamin kepemilikan individual, investasi oraganisasi, produksi dan bisnis serta tidak akan dijadikan subjek nasionalisasi di Vietnam. Sebelum Vietnam menggunakan system ekonomi sosialis, Vietnam pernah menggunakan system ekonomi sentalistik, namun pada tahun 1986 Partai Komunis Vietnam mengadopsi kebijakan pembaharuan yang biasa disebut dengan Vietnam Doi Moi. Kosep dasar Doi Moi adalah untuk membawa pembangunan sosialis dengan realitas objektif dalam masa transisi menuju sosialisme di Vietnam dengan mempertimbangkan situasi saat ini.
            Dalam pembaharuan ini, kebijakan ekonomi terdiri dari kompenen utama.
1.  Penerapan ekonomi pasar berorientasi sosialis dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi ekonomi sebagai sarana untuk mengembangkan ekonomi dan memperbaiki kondisi hidup penduduk.
2. Bentuk kepemilikan dan mode produksi dengan sector Negara memainkan peran utama sehingga untuk melepaskan semua kekuatan produksi dan tekan semua potensi sumber daya yang tersedia untuk pembangunan.
3. Promosi kerjasamaekonomi internasional dan integrasi atas dasar saling menguntungkan dan prioritas dalam mobilisasi potensi diri dari sumber daya domestic.
Dalam hal ini ekonomi multi-sektor, sector ekonomi negara memainkan peran positif dan menentukan, memonopoli sector tertentu penting untuk keamanan nasional dan mempertahankan peranan yang dominan dalam bisang sosial dan ekonomi utama seperti, sumber daya alam, kereta api, listrik, air, perbankan, BUMN dan lainnya. Kebijakan ini yang telah membawa perubahan positif dan radikal ke Negara selama dua decade terakhir.
PDB Vietnam telah meningkat pada tingkat yang cukup tinggi dengan rata-rata sekitar 7-8% per tahun. Pada tahun 2006, PDB meningkat sebesar 8,2%. Hasil produksi makanan telah meningkat dari 17,5 juta ton pada tahun 1987 menjadi 35 juta ton dan 39,7 juta ton pada tahun 2000. Vietnam adalah 2 terbesar eksportir beras di dunia dan salah satu dari eksportir berbasis produk agro terbesar dunia.
Pada tahun 2005, sebagai proporsi GDP sector Negara memberikan kontribusi 38,42%, 6,83% kolektif, produksi rumah tangga 29,95%, swasta nasional 8,91% dan sector swasta milik asing 15,89%. Sector Negara terus memainkan peran utama dalam perekonomian nasional. Populasi sekitar 84 juta jiwa, Vietnam adalah Negara terpadat nomor 13 di dunia.GDP Vietnam tumbuh sebesar 8,17% pada tahun 2006, Negara dengan pertumbuhan tercepat kedua di Asia Timur dan pertama di Asia Tenggara. Pada akhir tahun 2007, menteri keuangan menyatakan pertumbuhan GDP Vietnam diperkirakan mencapai rekor tertinggi dalam 10 tahun terakhir sebesar 8,44%.
Kemajuan Vietnam didukung oleh CPV yang memandu jalannya pembangunan ekonomi. Dalam CPV pasar itu sendiri tidak akan memecahkan masalah sosial. Mereka benar-benar tidak percaya dengan apa yang disebut pasar bebas, yang sebenarnya seperti sebuah hutan rimba ekonomi yang memungkinkan modal swasta besar untuk mengontrol dan mendominasi perekonomian dengan mengorbankan kepentingan rakyat banyak.
Tetapi ekonomi pasar yang ditempuh oleh Vietnam bukan tanpa resiko. Ekonomi pasar melahirkan distribusi kekayaan yang tidak merata. Sekarang ini ketimpangan menjadi persoalan sosial di Virtnam. Terutama di daerah pedesaan, jutaan petani diusir dari tanah mereka karena ekspansi investasi. Ditahun 1990-an hamper semua rumah tangga di pedesaan 91,8% punya tanah. Tahun2010, hamper seperempat dari mereka 22,5% menjadi petani gurem dan tak bertanah. Di tahun 1990 Vietnam mengadopsi system upah layak dimana semua konponen hidup layak pekerja dihitung untuk penentu upah.

IDEALKAH SISTEM PEREKONOMIAN SOSIALIS NEGATA VIETNAM
Menurut saya, dalam system perekonomian sosialis suatu Negara pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Vietnam  adalah salah satu Negara yang menerapkan system perekonomian sosialis dalam negaranya. Penerapan system perekonomian sosialis di Vietnam cukup baik karena membawa kemajuan atau peningkatan perekonomian dalam tahun ke tahun, meskipun tidak terlihat signifikan. Pasti akan ada penurunan perekonomian tapi hal ini tidak membuat Vietnam mengalami keterpurukan perekonomian yang sangat tajam. Hanya ada terjadinya ketimpangan sosial antara daerah pedesaan dengan daerah perkotaan.
            System perekonomian sosialis juga membawa sisi buruk atau kekurangannya yaitu setiap masing-masing individu tidak memiliki kebebasan dalam mengembangkan usahanya, karena segalanya akan diatur oleh pemerintahan. Dengan adanya hal itu dapat mematikan rasa kreatif dan inovatif masing-masing individu. Penerapan system sosialis ini akan hak yang dimiliki individu tidak diakui. Negara Vietnam sampai saat ini termasuk berjuang dalam menerapkan system perekonomian siosialis dalam Negara. Agar tidak ada masalah tentang ketimbangan sosial yang sekarang menjadi persoalan di Negara Vietnam dalam penerapan system perekonomian sosialnya.
            Penerapan system perekonomian sosialis di Vietnam membawa peningkatan atau kemajuan dalam beberapa sector di Asia Timur dan Asia Tenggara.



DAFTAR PUSTAKA
Budiman, A. Ideologi Sosialisme dan Penerapannya di Vietnam dan Yugoslavia.
Itang, Daenuri A. Sistem Ekonomi Kapitalis, Sosialis dan Islam.

SISTEM PEREKONOMIAN KAPITALIS NEGARA AUSTRALIA


POLA PEREKONOMIAN SISTEM KAPITALIS NEGARA AUSTRALIA

Disusun oleh :
ISNAWATI SETYO PUTRI
(20181553017)

Dosen Pengampu :
Arin Setiyowati, S.H.I, M.A


PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
2020






SISTEM KAPITALIS
            Kapitalis merupakan sebuah system organisasi ekonomi yang dicirikan oleh hak milik privat atas alat-alat produksi dan distribusi yang pemanfaatannya untuk mencapai laba dalam kondisi yang sangat kompetitif. Pengertian dari system ekonomi kapitalis adalah suatu system yang memberikan kebebasan yang cukup besar bagi pelaku-pelaku ekonomi untuk melakukan kegiatan yang terbaik bagi kepentingan individual atas sumber-sumber daya ekonomi atau factor-faktor produksi.

PILAR-PILAR SISTEM EKONOMI KAPITALIS
            System ekonomi kapitalis merupakan suatu system perekonomian yang menyandar dengan sepenuhnya pada :
1. Hak Milik Swasta (Private Property)
            Lembaga ini merupakan elemen pokok dari kapitalisme dengan menjamin bahwa setiap orang mempunyai hak untuk mencapai barang-barang ekonomi dan sumber-sumber daya melalui cara yang legal, mengadakan perjanjian-perjanjian sehubungan dengan penggunanya dan apibila perlu menjualnya. Pemberian hak kepemilikan atas harta kekayaan memenuhi fungsi-fungsi ekonomi yang penting sepeti, para individu memperoleh dorongan agar aktiva mereka dimanfaatkan seproduktif mungkin. Konsekuensi-konsekuensi sosial dan ekonomi fungsi-fungsi tersebutlah yang sangat mempengaruhi perkembangan kapitalisme.
2.Dibina oleh Tangan yang Tak Terlihat ( The Invisible Hand)
            Dalam mencapai hal yang terbaik untuk masyarakat, setiap individu dalam sebuah masyarakat kapilatis dimotivasi dengan keuantan-kekuatan ekonomi sehingga ia akan bertindak untuk mecapai kepuasaan atau pencapaian terbesar dengan pengorbanan atau baiaya yang sedikit.
3. Individualisme Ekonomi (Laissez Faire)
            Dengan tidak adanya campur tangan pemerintah di bidang ekonomi,sosial, dan lainnya akan menyebabkan timbulnya individualisme ekonomi dan kebebasan ekonomi. Campur tangan pemerintahan akan dibatasi pada aktivitas-aktivitas tertentu.
4. Persaingan dan Pasar-Pasar Bebas (Free Market Competition)
            Prinsip bekerjanya mekanisme pasar menyebabkan terjadinya persaingan. Persaingan terjadi antara penjual barang-barang yang serupa untuk menarik pembeli, antara pembeli untuk mencapai barang-barang yang mereka inginkan, antara pekerja untuk memperoleh pekerjaan. Persaingan pasar bebas menyebabkan para penjual dan pembeli tidak dapat mempengaruhi harga barang yang bersangkutan dan tidak adanya pembatasan-pembatasan ekonomi atas permintaan dan penawaran.

CIRI-CIRI SISTEM EKONOMI KAPITALIS
1. Penjamin atas Hak Milik Perseorangan
            Setiap Orang berhak menimbun kekayaan pribadi secara besar-besaran tanpa mengindahkan posisi orang lain yang tidak memiliki kemampuan untuk melakukan hal yang sama.
2. Mementingkan Diri Sendiri
            System ekonomi kapitalis setiap individu sepenuhnya dibebaskan berorientasi pada diri sendiri seperti segalak aktivitas ekonomi dan sosial untuk kepentingan sendiri.
3. Pemberian Kebebasan Penuh
            Pemberian kebebasan kepada para pelaku ekonomi dengan ketertiban dalam kehidupan karena ada “tangan-tangan gaib” yang membawa pada titik keseimbangan.
4. Persaingan Bebas
            Pasar diibaratkan sebagai pasar persaingan sempurna yaitu situasi ketika possisi tawar masing-masing produsen dan konsumen seimbang, sehingga pembeli dan penjual tidak dapat menjadi penentu harga tetapi hanya bertindak sebagai pengambil harga. Harga yang disepakati adalah harga keseimbangan antara penawaran dan permintaan.
5. Peran Negara Minimal
            Negara memiliki peran yang sangat minim. Negara hanya menjaga keamanan dan ketertiban, menetapkan hak-hak kekayaan pribadi, menjamin perjanjian kedua belah pihak, menjaga persaingan tanpa hambatan, mengeluarkan mata uang, dan menyelesaikan persengketaan pihak buruh dan pemilik modal.

KELEBIHAN SISTEM EKONOMI KAPITALIS
1. Setiap individu memiliki kebebasan dan mempunyai hak untuk memiliki kekayaan dan sumber daya produksi pribadi atau tidak dibatasi.
2. Inisiatif dan krativitas masyarakat dalam kegiatan ekonomi dapat dikembangkan.
3. Tindaknnya selalu berdasarkan para prinsip-prinsip ekonomi sehingga efisiensi dan efektivitas tinggi.
4. Setiap individu bebas melakukan kegiatannya maka akan ada persaingan antar produsen untuk menghasilkan barang yang bermutu lebih baik.

KELEMAHAN SISTEM EKONOMI KAPITALIS
1. Kebebasan dalam melakukan kegiatan ekonomi ini sering kali disalah gunakan oleh pihak dari segi ekonominya yang kuat untuk memeras pihak yang lemah.
2. Kebebasan pasar menyebabkan persaingan untuk merebut pasar yang dapat menimbulkan mendorong terbentuknya monopoli, kolusi usaha dan pengancaman pengusaha yang lemah.
3. Mendorong semakin terlihatnya kesenjangan sosial antara golongan ekonomi yang kuat dengan ekonomi yang lemah.
4. Perekonomian mudah terguncang ketidakstabilannya.

POLA PEREKONOMIAN NEGARA AUSTRALIA
            Australia adalah salah satu Negara yang memiliki ekonomi terkuat di dunia, dengan pertumbuhan perekonomian yang meningkat dan pengganguran turun hingga ke tingkat terendah dalam satu generasi. Sebagai salah satu negate maju di dunia, Australia merupakan Negara yang menganut system ekonomi yang sama dengan Amerika Serikat dan Inggris yaitu system ekonomi kapitalis/liberal (pasar).
            Kekuatan ekonomi Australia terlihat jelas dalam beberapa tahun terakhir dengan kemampuannya untuk bertahan dari kejadian internal dan eksternal dari negaranya. Termasuk kekeringan dan kebakaran hutan yang sangat parah, pembangunan rumah yang meledak dan krisi keuangan yang sempat dialaminya dan ekonomi Asia. Sekarang Negara Australia ini suskes mencatatkan PDB per kapita yang tinggi dan angka kemiskinan yang cukup rendah.
            Setelah bergabungnya Australian Stock Exchange dan Sydney Futures Exchange (2006), sekarang bursa efek Australia telah menjadi bursa sahan terbesar ke-9 di dunia. Autralia juga berada pada urutan ke-3 dalam Indeks Kebebasan Ekonomi (2010), dan menjadi Negara yang perekonomian terbesar ke-13 dunia. Untuk PDB per kapita, PDB perkapita Australia berate di urutan ke-9 dunia, diatas Britania Raya, Jerman, Perancis, Kanada, Jepang, dan Amerika Serikat. Sedangkan dalam segi Pembangunan Manusia PBB (2010) Australia berada diurutan ke-2.
Fakta-Fakta Mengenai Sistem Perekonomian Australia
1. Rasio perdagangan Australia mengalami kenaikan berkat penguatan ekspor konoditas melebihi barang-barang manufaktur. Harga komoditas naik sehingga meepengaruhi kemajuan ekonomi Australia.
2. Neraca pembayaran Australia tercatat lebih dari 7% PDB negative. Neraca ini memiliki deficit current account selama lebih dari 50 tahun.
3. Pertumbuhan ekonomi tahunan Australia rata-rata 3,6% selama 15 tahun. Dibandingkan dengan rata-rata tahunan OECD yang sebesar 2,5%.
4. Di era 1980-an Perdana Menteri Bob Hawke dan Bendahara Paul Keating, memulai proses modernisasi perekonomian Australia dalam mengembangkan dollar Australia dan mengatur system keuangan.
5. Sejak tahun 1996 pemerintahan Howard melanjutkan proses reformasi ekonomi seperti deregulasi sebagian pasar tenaga kerja dan menswastakan BUMN, terutama industry telekomunikasi serta adanya kebijakan reformasi pajak.
6. Sejak era 1990-an ekonomi Australia tak pernah mengalami resesi. Juli 2005, angka pengangguran cuma sebesar 5%, Januari 2007 angka pengangguran sebesar 5,1%. Pengangguran usia muda mengalami lonjakan 8,7% hingga 9,7% tahun 2008-2009.
7. 69% dari PDB Australia didapat dari sector jasa seperti pariwisata, pendidikan, dan jasa finansial. Dalam sector pertanian dan sumber daya alam hanya 3% dan 5% dari PDB dalam ekspor Australia.
8. Inflasi Australia berada di kisaran 2-3% sedangkan untuk suku bunga dasar kisaran 5-6%.
9. Australia merupakan pengekspor minuman anggur terbesar ke-4 di dunia dengan menyumbang 5,5 miliar dollar Australia per tahun.
10. Partner ekspor, pangsa pasar terbesar adalah Jepang, China, Amerika Serikat, Korea Selatan, Selandia Baru.
IDEALKAH SISTEM PEREKONOMIAN NEGARA KAPITALIS AUSTRALIA
            Menurut saya, dalam system perekonomian kapitalis suatu Negara pasti memiliki kelebihan dan kelemahan. Australia adalah salah satu Negara yang menerapkan system perekonomian kapitalis/liberal (pasar) dalam negaranya. Penerapan system perekonomian kapitalis di Australia cukup baik karena membawa kemajuan atau peningkatan perekonomian dalam tahun ke tahun. Walaupun pasti ada penurunan perekonomian tapi hal ini tidak membuat Australia mengalami keterpurukan perekonomian yang sangat tajam.
            System perekonomian kapitalisme juga membawa sisi buruknya yaitu rasa akan kemanusiaan bersama, karena system ekonomi kapitalis akan mementingkan aktivitas atau kebutuhan masing-masing setiap individu tanpa memperdulikan yang lainnya. Apabila individu memiliki kedudukan tinggi akan selalu hidup sejahtera sedangkan individu yang memiliki kedudukan rendah akan mengalami kesenjangan ekonomi/sosial. Penerapan system kapiltalis ini dalam kestabilan perekonomian juga akan mudah terguncang karena adanya kebebasan persaingan pasar tanpa adanya campur tangan pemerintah.
            Negara Australia sampai saat ini termasuk berhasil dalam menerapkan system perekonomian kapitalis/liberal (pasar) dalam Negara. Yang dapat memajukan perekonomian Austalia di tingkat dunia.



DAFTAR PUSTAKA
Agustiati. Sistem Ekonomi Kapitalisme.
Suandi, Edi. Sistem dan Reformasi Ekonomi Indonesia.